Pada suatu malam yang sunyi, Yui sedang begadang sambil mengamati langit dari jendela kamarnya.

Yui adalah anak yang sedikit pemalas dan tidak pernah mau mendengarkan nasihat yang diberikan oleh kedua orang tuanya.

Sesaat sepulang dari sekolah pun ia tidak pernah mengucap salam kepada orang tuanya dan langsung bergegas masuk ke kamarnya.

Suasana di dalam kamarnya sangatlah berantakan, kotor, bau dan sedikit menyeramkan karena ia hampir tidak pernah keluar dari kamarnya.

Saat hari ujian hampir tiba, Yui dinasihati oleh neneknya.

"Cu, belajarlah agar dirimu bisa mendapat nilai yang bagus," ucap Nenek.

Yui pun membalas ucapan nenek sambil menangis.

"Tapi, Nek, aku takut jika nanti nilaiku jelek dan tidak sesuai dengan yang kuinginkan."

Nenek pun kembali berkata.

"Tidak apa - apa, Cu, semua perlu dicoba. Usaha tidak akan menghianati hasil," ujar Nenek.

Yui pun menganggukkan kepala. Ia pun langsung bergegas pergi ke kamarnya untuk belajar.

Saat sedang mempersiapkan alat belajarnya, ia menyadari bahwa pulpennya telah hilang. Yui mencari pulpennya di rak buku dan meja belajarnya, namun pulpennya tetap tidak bisa ditemukan.

"Duh kemana sih pulpennya?" ucap Yui.

Yui pun melihat ada cahaya kecil yang bersinar dari bawah kolong meja belajarnya.

"Apa itu?" ucap Yui.

Ternyata itu adalah sebuah pulpen emas yang bersinar.

Saat Yui membuka tutup pulpen, cahaya dari pulpen tersebut menyinari seisi kamar. Dengan spontan ia melempar pulpen itu ke arah dinding, tiba - tiba terbuka sebuah portal ajaib. Dengan rasa penasaran, Yui masuk ke dalam portal tersebut dengan membawa pulpen ajaibnya. Portal itu membawanya ke sebuah tempat yang asing. Ia pun terus berjalan hingga akhirnya ia melihat spanduk jalan yang tertulis. Dan ternyata ia sedang berada di Mars. Yui pun sangat kaget lalu ia pingsan.

Sesaat setelah ia terbangun dari pingsannya, Yui melihat ada sesosok di hadapannya ada seorang paman tua yang bernama Paman Kurniawan. Yui pun sangat ketakutan, namun Paman Kurniawan menenangkannya.

"Nak, bagaimana kamu bisa sampai di sini?"

Yui menjawab dengan suara yang sedikit gemetar.

"S-saya bisa sampai ke sini berkat pulpen ajaib."

Paman pun kembali bertanya.

"Pulpen ajaib?"

Yui menunjukkan pulpen ajaib itu kepada Paman Kurniawan. Paman Kurniawan pun terkejut tetapi ia tidak berkata apa - apa. Lalu Paman Kurniawan menawarkan kepada Yui untuk menginap di rumahnya untuk sementara. Yui pun menyetujui tawaran dari Paman Kurniawan dan mereka bergegas pergi ke rumah paman kurniawan. Saat Yui sudah tertidur pulas, Paman Kurniawan memiliki niat jahat untuk mencuri pulpen ajaib milik Yui.

Saat Yui terbangun, pulpennya telah hilang. Ia panik, lalu ia bergegas untuk bertanya kepada paman.

"Paman, apakah Paman tahu di mana pulpen emasku?"

Paman menjawab.

"Hah? Paman sama sekali tidak melihat pulpen itu."

Yui sedikit curiga, tetapi ia menghiraukannya dan pergi meninggalkan Paman Kurniawan.

Pada larut malam, Yui mendengar ada suara gemuruh dari dapur. Ia mengintip dan melihat bahwa pulpen ajaibnya ada di tangan Paman Kurniawan. Dengan perasaan takut dan marah ia ingin mengambil pulpen, tetapi Yui tau bahwa Paman Kurniawan bukanlah orang biasa. Namun jika ia tidak melawan rasa takutnya ia tidak akan bisa kembali ke masa depan. Yui melihat bahwa kalung yang dikenakan Paman Kurniawan bersinar sangat terang. Yui pun menyusun rencana, lalu ia berhasil mengambil kalung itu dan langsung menghancurkannya.

Kini Paman Kurniawan pun tidak bisa melawan lagi. Setelah itu yui mengambil kembali pulpennya. Ia melihat sebuah buku milik Paman Kurniawan yang menjelaskan cara untuk mengaktifkan portal, yaitu harus mengganti tinta. Yui menemukan tinta baru di lemari Paman, ia langsung mengganti tinta pulpen tersebut dan melemparnya keluar rumah. Muncul lah portal untuk dirinya kembali.

Dari belakang terdengar teriakan Paman Kurniawan.

"LIHATT SAJAAA KAUUU ANAKK KECILL!" teriak Paman.

Yui berlari semakin cepat dan berhasil kembali ke masa depan. Ia langsung menemui orang tuanya sambil menangis dan menceritakan semua kejadian yang telah terjadi. Kali ini Yui mendengarkan nasihat kedua orang tuanya.

Setelah kejadian itu Yui menjadi anak yang rajin belajar, sopan, dan selalu mendengarkan nasihat.

Yui pun berhasil mendapatkan nilai yang bagus berkat nasihat nenek. Bahwa "Usaha tidak akan menghianati hasil." Yui pun menyimpan pulpen ajaib itu dengan baik di dalam peti dan ia menaruhnya di atas meja belajarnya

Penulis, murid kelas VIIC MTsN 4 Kulon Progo.

ditulis oleh : Grisztha Wafiya Syafiqa

dipublikasikan pada : 27 Oktober 2026 15:27

dilihat : 36 kali

Sastra Menarik Lainnya

Ingin tahu lebih banyak? Jangan lewatkan deretan sastra terbaru yang menarik khusus untuk Anda. Jelajahi topik-topik relevan lainnya untuk memperluas wawasan Anda hari ini!

menu_book
Alamat

Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta


email
Email

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com


call
No. Handphone

08112653915


contacts
Contact

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com