Di sore hari yang sepi, Faiza melamun di ruang tamu. Tiba-tiba dari depan terdengar suara ketukan pintu. Ternyata itu pamannya yang baru saja pulang dari kerja, dan ingin mampir sebentar ke rumah Faiza. Faiza meminta pamannya masuk. Ketika paman sudah duduk di ruang tamu, bukannya membuatkan makanan atau minuman, ia malah asyik makan cemilan sambil menonton TV.

"Ayah ibumu ke mana, Za?"

Akan tetapi Faiza tetap menghiraukan pamannya, sambil asyik memakan cemilan.

Ia merasa kegerahan, lalu beranjak dari duduknya untuk ganti baju di kamarnya. Saat ia ingin mengambil baju di lemari, Faiza melihat cahaya berkilau berwarna biru dengan nuansa kabut, ia pun mengambilnya. Ternyata itu adalah trisula mini yang seolah-olah turun dari langit. Trisula itu melayang dan berbicara.

"Aku adalah dewa yang menyamar,"

Ia tak menghiraukan kata-kata trisula mini itu. Faiza menaruh trisula di meja kamarnya, lalu ia kembali ke ruang tamu.

Esok harinya Faiza baru bangun tidur dan merasa kelaparan ia pun pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang ada, ternyata di dapur hanya ada bolu cokelat, Faiza pun membawanya ke kamar. Di saat yang bersamaan Kiva, sepupunya yang seumuran datang, mereka juga teman sekelas. Faiza dan Kiva memakan bolu tersebut menggunakan trisula mini. Tiba-tiba mereka berdua terseret masuk ke dimensi lain.

Saat masuk ke dimensi itu, Faiza dan Kiva kebingungan.

"Di mana kita?" tanya Kiva.

Saat mereka kebingungan tiba-tiba ada kakek-kakek yang menghampiri mereka berdua.

"Kalian dari mana?"

"Kami dari bumi,"

"Pantas saja, kalian di sini terasa sangat aneh! Tanpa kalian sadari kalian berdua sedang diburu oleh beberapa makhluk di sini untuk dijadikan bahan percobaan!"

"Lalu bagaimana ini, Kek," tanya Faiza.

"Mari ke rumah Kakek terlebih dahulu!"

Sesampainya di rumah kakek, kakek menceritakan semua yang terjadi. Ternyata ini adalah Dunia Keajaiban, tahun 1 Sebelum Masehi.

Makhluk-makhluk aneh berbentuk trisula di sana berusaha untuk memisahkan orang-orang yang sangat dekat, karena ada salah satunya yang tidak punya etika.

"Lalu bagaimana caranya agar kami bisa kembali ke bumi?"

"Kalian harus mengambil ramuan yang ada di tepi gunung itu!"

Namun tantangannya sangat banyak, saat di perjalanan mereka bertemu makhluk aneh yang ingin memisahkan mereka berdua, ternyata mereka berdua terkena sihirnya. Kiva berubah menjadi jahat, terpaksa Faiza mengambil ramuan itu sendiri. Sesampainya di sana ia langsung meminumnya.

Untung saja Kiva bisa kembali dan mereka berdua pun kembali ke rumah kakek. Mereka langsung disuguhi ramuan buatan kakek, tetapi Kiva menolak ternyata itu adalah ramuan untuk kembali ke bumi.

Setelah menyadari, Kiva akhirnya mau ikut meminumnya. Mereka berdua kembali dengan selamat, dan Kiva kembali normal. Kiva sadar akan sifat buruknya, tersebut dan ia berjanji akan lebih menjaga etika.

Penulis, murid kelas VIIA

dipublikasikan pada : 12 Oktober 2026 22:40

dilihat : 3 kali

Sastra Menarik Lainnya

Ingin tahu lebih banyak? Jangan lewatkan deretan sastra terbaru yang menarik khusus untuk Anda. Jelajahi topik-topik relevan lainnya untuk memperluas wawasan Anda hari ini!

menu_book
Alamat

Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta


email
Email

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com


call
No. Handphone

08112653915


contacts
Contact

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com