Sore itu, Akila duduk melamun di bawah pohon rimbun. Suasananya sejuk. Akila tiba-tiba berlari pergi karena melihat Ibu membawa tas pasar. Saat Akila lari menjauh, Ibunya berteriak memanggil untuk disuruh membeli sayuran di pasar. Tetapi Akila tidak suka disuruh-suruh. Jadi, Akila terus lari pergi dan pura-pura tidak mendengar Ibu. Saat itu Akila pergi menuju tempat rahasia yaitu gedung yang sudah tidak terpakai lagi.

Saat Akila di dalam gedung itu Akila melihat sebuah kain mukena. Saat Akila sedang mengamati tiba-tiba pintu gedung terbuka ternyata itu adalah Meira anak si paling tahu di Kampung. Saat Meira melihat mukena tersebut Meira bertanya kepada Akila.

"Untuk apa kamu membawa mukena?"

"Ini bukan mukena milikku!"

Mukena itu motif dan warnanya sangat indah hingga membuat Meira memikirkan suatu hal, yaitu memaksa Akila memakai mukena itu, Akila sempat menolak tetapi akhirnya mengalah, dan Akila memakai mukena itu dengan hati-hati juga rasa yang ragu-ragu.

Saat Akila memakai atasan mukena rasanya gelap dan menakutkan, dan saat sudah terpakai sempurna Akila merasa biasa saja. Tiba-tiba saat Akila megedipkan mata Akila sudah tidak di tempat awalnya, Akila sudah di sebuah rumah hijau yaitu rumah Upin dan Ipin, di sana Akila melihat Upin dan Ipin membersihkan kamarnya.

Tanpa disuruh, kak Ros menyapu halaman, tanpa perintah "Kamu membersihkan halaman, ya!" karena mereka sudah tidak mempunyai Ayah dan Ibu. Sedangkan Akila yang mempunyai Ayah dan Ibu, tidak pernah ingin mengerjakan pekerjaan apalagi disuruh. Akila seharusnya bersyukur masih ada yang mengingatkan pekerjaan dan kewajibannya.

Akila melihat bayangan di depannya, bayangan itu terlihat tinggi dan mengerikan dia berjalan mendekati. Saat bayangan itu persis di depannya Akila merasa ada yang membisiki. Suaranya terdengar serak dan menakutkan itu adalah bisikan bayangan itu.

"Aku tidak akan mengembalikanmu di tempat asalmu karena kamu tidak pernah ingin mengerjakan pekerjaan mu!."

Suara bisikan bayangan itu.

Akila merasa takut dan gelisah memikirkan bagaimana dia kembali.

"Aku menyesal, aku akan berubah, dan aku akan mengerjakan yang seharusnya aku kerjakan!"

Akila berteriak menyesal.

Tiba-tiba Akila merasa dunia terguncang-guncang dan seketika sebuah cahaya membelah langit. Akila mendengar bisikan lagi.

"Dekatilah cahaya tersebut dan pegang juga kerjakan apa kata-katamu itu!"

Saat Akila memegang cahaya itu seketika Akila kembali ke gedung kosong tersebut dan melihat Meira yang sedang ketakutan melihat Akila tiba menghilang dan Akila berkata kepada Meira.

"Lain kali jangan memaksa seperti itu kalau aku tidak bisa kembali bagaimana!?"

"Maafkan aku, aku kira tidak akan begini," jawab Meira.

"Ya, ya, ya kali ini kumaafkan."

Akila melepas mukena itu dan sambil memikirkan apakah itu kejadian yang nyata. Saat mukena itu sudah terlepas seketika mukena itu berubah menjadi asap putih yang menembus atap gedung menuju langit.

Penulis, murid kelas VIIA MTsN 4 Kulon Progo

dipublikasikan pada : 15 Oktober 2026 14:54

dilihat : 14 kali

Sastra Menarik Lainnya

Ingin tahu lebih banyak? Jangan lewatkan deretan sastra terbaru yang menarik khusus untuk Anda. Jelajahi topik-topik relevan lainnya untuk memperluas wawasan Anda hari ini!

menu_book
Alamat

Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta


email
Email

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com


call
No. Handphone

08112653915


contacts
Contact

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com