Di malam hari, seperti biasa Ibu menyuruh Icha menyikat giginya lalu tidur. Icha hanya mengangguk pelan. Tak lama setelah kedua orang tuanya tidur Icha pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi, tetapi Icha menggosok gigi tidak benar-benar bersih dan masih banyak sisa-sisa makanan yang menyangkut di gigi.
Malam harinya Icha tidak bisa tidur karena giginya sakit. Lalu dia memutuskan untuk menggambar sampai jam menunjukkan angka 00.36. Karena Icha bosan hanya menggambar di kertas, dia iseng mencoba menggambar di tembok kamarnya. Icha menggambar sebuah lingkaran besar berwarna gelap. Tak lama setelah dia menggambar di tembok kamarnya,dia merasa bahwa lingkaran yang dia buat bergerak, tanpa sadar lingkaran itu mulai menyedot benda sekitarnya termasuk Icha.
Aaaaaaaa!! Bruk !!
Icha terjatuh di atas permen kapas yang lembut dan manis, dia mulai membuka matanya perlahan-lahan. "Dunia apa ini?" ujar Icha kagum .
"Selamat datang di dunia Candy," ucap peri yang berada di hadapannya.
"Peri?!" Icha kaget dan kagum.
"Ya, aku peri. Namaku Peri Permen Karet bisa dipanggil Peri Peka," ucap Peri Peka.
"Hai Peka, namaku Icha," sambil kembali berdiri.
Peri Peka dan Icha mulai melihat tempat-tempat yang ada di dunia Candy. Bruk!! Bruk!! Suara langkah kaki besar menghampiri Icha dan Peri Peka.
"Kamu siapa?"
"Aku adalah Coko Monster Cokelat, hahahaha..." ucap Monster Coko.
"Mau apa kau di sini Monster Coko?"
"Aku di sini untuk menghancurkan gigimu, Icha! Hahaha!" "Gigi!!" kata Icha heran.
"Dunia ini di dalam mulut kamu, Icha! Hahahaha!!"
Ia menunjuk permen kapas manis yang lama-lama menghilang, dan terlihat di belakangnya terdapat gigi berlubang yang sangat besar.
"Inilah yang terjadi jika tidak menggosok gigimu dengan benar," ujar Peka sambil membuka portal menuju masa depan.
Peka menarik tangan Icha ke dalam portal tersebut yang menuju 2029. Icha melihat dirinya terbaring di bed ruang gigi yang sedang ditambal giginya.
"Inilah yang terjadi jika tidak menggosok gigimu dengan benar," ujar Peka kembali. Setelahnya mereka menuju Dunia Candy yang berbeda dari awal dia datang,"
"Kemana spidol hitam itu, Icha?"
"Spidol itu hilang!"
Icha mencari di dalam sakunya.
"Spidol itu tidak hilang, spidol itu sudah aku ambil hahahaha," kata Monster Coko sambil menunjuk kastil hitam besar itu.
Tak lama setelah itu, Monster Coko dan pasukan bakteri mulai menyerang gigi Icha satu persatu, rasanya sakit sekali. Sementara mereka sibuk dengan gigi itu, Icha dan Peka pergi ke kastil untuk mengambil spidol itu agar Icha bisa kembali ke rumahnya.
"Tinggi juga kastilnya," kata Icha kagum.
"Bagaimana jika kamu terbang untuk mengambil spidol ajaib itu? Kan jendela kastil terbuka!"ucap Icha.
"Maaf Icha, para peri tidak bisa mengambil spidol itu, hanya Monster Coko dan kamu yang bisa mengambilnya," ucap Peri Peka.
"Seandainya aku bisa menjadi Spiderman, aku akan bisa mengambil spidol itu dengan cepat," kata Icha sambil menunjuk jendela kastil.
"Walau kamu menjadi Spiderman, tetap saja tidak akan bisa," kata Peka.
"Kenapa?" Icha bertanya.
"Karena jaringnya akan hilang karena dinding ini sangat panas ," ucap Peka menjelaskan.
Mereka menuju ke atas kastil dan mengambil spidol tersebut, setelah Icha mengambil spidol tersebut ada bola api yang menuju kastil, kastil itu roboh dan hancur, mereka terjatuh bukan di permen kapas yang lembut dan manis melainkan sebuah sisa makanan yang menjijikkan dan keras. Tak lama setelah mereka terjatuh ada suara langkah kaki besar menghampiri mereka berdua, rupanya itu Monster Coko dan pasukan bakteri.
Icha ingin menggambar sebuah sikat gigi besar namun rupanya spidol itu sudah habis untuk menggambar sebuah kastil besar. Seketika spidol itu berubah menjadi gelang.
"Apa yang bisa digunakan gelang ini," ucap Icha kesal.
Seketika gelang itu menyinarkan cahaya yang sangat terang. Icha terbangun di kursi kamarnya lalu bergegas menuju kamar mandi. Icha mengoleskan pasta gigi yang sangat banyak dan menggosoknya dengan bersih. Selesai menggosok gigi, Icha melihat pergelangan tangganya, rupanya gelang itu masih ada.
"Apakah itu nyata?" ucap Icha dalam hatinya, tapi dia akan selalu inggat bahwa melakukan sesuatu secara asal-asalan, hanyalah merugikan diri sendiri di kemudian hari."
Penulis, Murid kelas VIIA MTsN 4 Kulon Progo
dipublikasikan pada : 15 Oktober 2026 15:38
dilihat : 11 kali
Ingin tahu lebih banyak? Jangan lewatkan deretan sastra terbaru yang menarik khusus untuk Anda. Jelajahi topik-topik relevan lainnya untuk memperluas wawasan Anda hari ini!
Membentuk generasi literat teknologi yang teguh berakhlak mulia serta siap menaklukkan tantangan global masa depan.
Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
mtsnjatimulyo.kp@gmail.com
08112653915
mtsnjatimulyo.kp@gmail.com