Di tengah ramainya jalan kota, di depan madrasah, Mas Nuri selalu setia menjaga lalu lintas jalan. Dari pekerjannya itu dia mendapat upah/gaji tak berapa namun selalu ia sisihkan untuk menabung dan mewujudkan impiannya yaitu bisa membuat orang tuanya naik haji. Suka dan duka telah ia lalui selama tiga setengah tahun bekerja.
Sayangnya, pekerjaan itu tidak didukung oleh keluarga. Adiknya malu karena kakaknya hanya bekerja sebagai pak ogah, tapi Mas Nuri menganggap selagi pekerjaannya halal, buat apa malu.
Di pagi itu, dia sudah bersiap untuk berangkat kerja, tapi ternyata tiba-tiba adiknya jatuh sakit. Dia terpaksa mengambil uang tabungan yang sudah ia kumpulkan selama tiga tahun. Tapi demi adiknya, apa saja akan dia lakukan.
Seminggu kemudian, Mas Nuri kembali bekerja seperti biasa, Adiknya juga sudah mulai mendingan, meski harapannya sempat pupus. Saat sedang beristirahat dia mendapat telfon dari nomor yang tak ia kenal. Inti dari telfon itu "Mas Nuri naik pangkat" apa maksudnya? Mas Nuri naik pangkat menjadi satpam. Kenapa tiba-tiba?
Ternyata, pimpinan rumah sakit tempat adiknya dirawat tahu, Mas Nuri rela mengambil uang tabungan untuk membayar biaya rawat inap adiknya. Tabungannya sekarang juga tidak terlalu besar, tapi ia sekarang bisa menabung lebih banyak sedikit demi sedikit untuk mewujudkan impiannya.
Penulis, murid kelas VIID Program SBS, kecabangan Sastra Indonesia
dipublikasikan pada : 19 Agustus 2026 11:53
dilihat : 28 kali
Ingin tahu lebih banyak? Jangan lewatkan deretan berita terbaru dan artikel menarik yang sudah kami rangkum khusus untuk Anda. Jelajahi topik-topik relevan lainnya untuk memperluas wawasan Anda hari ini!
Membentuk generasi literat teknologi yang teguh berakhlak mulia serta siap menaklukkan tantangan global masa depan.
Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
mtsnjatimulyo.kp@gmail.com
08112653915
mtsnjatimulyo.kp@gmail.com