Di ujung jalan ada Kakek Sarto, penjual bendera. Rambutnya sudah beruban, badannya kurus keriput, giginya tinggal beberapa, dan punggungnya sedikit membungkuk karena usia. Namun dagangannya tidak ada yang membeli. Hanya angin menyapa bendera-benderanya. Aku hanya bisa memandangi kakek yang terlihat sangat lelah itu. Ia tertidur di depan warung mie ayam yang tutup.

Aku memberanikan diri mendekat. Langkahku pelan, karena di rumah aku juga sedang ada masalah dengan orang tuaku. Rasanya capek kalau harus pulang. Maka aku bertanya kepada Kakek Sarto.

Saat kutanya di mana ia tinggal, ia menjawab tinggal tak jauh dari sini. Dan kutanyakan sejak kapan kakek berjualan bendera. Kakek itu menjawab, "Saya berjualan bendera sejak berumur 17 tahun."

Aku terkejut, "Wah sudah lama sekali."

Kakek lalu bercerita. Pendapatan tak cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari, bahkan rumahnya tinggal sebentar lagi akan hancur.

Datanglah bulan Agustus. Bagi kakek Sarto, Agustus ibarat fajar yang menembus gelap. Dagangannya laku keras.

Malam itu aku pulang membawa satu bendera merah putih. Aku memasangnya di depan rumah, berdiri tegak, lalu hormat.

Dalam hati aku mendoakan Kakek Sarto. Bagi aku, kakek itu juga pahlawan.

Penulis, murid Kelas SBS VIID, Kecabangan Sastra Indonesia

dipublikasikan pada : 28 Agustus 2026 19:10

dilihat : 46 kali

Berita & Artikel Terkait

Ingin tahu lebih banyak? Jangan lewatkan deretan berita terbaru dan artikel menarik yang sudah kami rangkum khusus untuk Anda. Jelajahi topik-topik relevan lainnya untuk memperluas wawasan Anda hari ini!

menu_book
Alamat

Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta


email
Email

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com


call
No. Handphone

08112653915


contacts
Contact

mtsnjatimulyo.kp@gmail.com