Tanggal 17 Agustus. Udin, Siti, dan Ahmad mengikuti berbagai perlombaan dengan penuh antusias di lapangan komplek perumahan mereka. Mereka bertiga adalah teman baik dari kecil. Di sana sudah banyak warga untuk mengikuti dan melihat perlombaanya.
“Udin, Ahmad kalian mau ikut lomba apa?” tanya Siti dengan penuh penasaran.
“Sepertinya aku akan ikut lomba makan kerupuk, Sit!” jawab Udin.
“Kalau aku mau ikut lomba balap karung, Sit. Kalau kamu mau ikut lomba apa?” tanya Ahmad.
“Wah, kita sama, Mad.” jawab Siti.
“Bukannya kaki kamu lagi sakit ya, Sit? Kata ibumu kemarin kamu terjatuh dari sepeda,” tanya Udin.
“Nah, emangnya kakimu tidak sakit, Sit?”, tanya Ahmad.
“Ah tidak apa-apa hanya terkilir sedikit. Udah ayo kita daftar!” jawab Siti.
Mereka bertiga mendaftar ke panitia untuk mengikuti lomba yang mereka ingin ikuti. Mereka saling mendukung dan sorak bergembira.
“Ayoo Udin, cepat habiskan kerupuk itu!!!” ujar Siti dari pinggir lapangan.
“Udin...Udin...Udin!!!” sorak Ahmad dan Siti.
Berkat dukungan Ahmad dan Siti, Udin menang dalam lomba makan kerupuk dan mendapat juara 2. Senangnya Udin berhasil mendapatkan juara. Lomba selanjutnya balap karung.
“Ayo Ahmad giliran kita mengikuti lomba!” kata Siti.
“Baiklah tunggu aku, Sit!” jawab Ahmad. Tubuhnya sudah siap untuk meloncat dengan sangat tinggi. Mereka bersiap untuk mengikuti lomba balap karung. Panitia sibuk mengatur barisan dan bersiap meniup peluit.
“Bersedia...Siap....Mulaiiiiiiiii!!!”
Ahmad dan Siti berlari dengan semangat. Udin bersorak.
“Ayo, Mad! Sit! Semangat!!!!” Sorak Udin dengan suaranya yang lantang.
Di pertengahan jalan Siti terjatuh. Perlombaan dihentikan sementara. Ahmad yang hampir mendekati garis finish, berbalik arah mendekati Siti. Udin yang berada di pinggir lapangan langsung berlari menghampiri Siti.
“Sit, kamu gak papa?” tanya Udin.
“Sit, apa ada yang terluka?” tanya Ahmad dengan wajah yang khawatir.
“Aduhhh, kakiku sakit!!!” Siti merintih kesakitan.
Panitia membawa Siti keluar lapangan dan diobati. perlombaan dilanjutkan kembali.
Malam harinya. Udin, Siti, dan Ahmad datang ke rumah kepala dusun untuk mengambil hadiah. Udin mendapatkan juara dua lomba makan kerupuk, Ahmad mendapatkan juara pertama lomba balap karung. Siti tidak mendapatkan hadiah karena terjatuh saat mengikuti lomba.
Udin dan Ahmad menyemangati Siti agar tidak sedih.
“Tidak apa-apa, Sit! Kamu sudah berjuang dengan keren walaupun belum mendapatkan juara!” hibur dua sahabatnya. “Nih, pialanya buat kita bertiga!”
Penulis, Murid Kelas Khusus Seni Sastra Budaya, Kecabangan Sastra Indonesia.
dipublikasikan pada : 23 Agustus 2026 11:42
dilihat : 26 kali
Ingin tahu lebih banyak? Jangan lewatkan deretan berita terbaru dan artikel menarik yang sudah kami rangkum khusus untuk Anda. Jelajahi topik-topik relevan lainnya untuk memperluas wawasan Anda hari ini!
Membentuk generasi literat teknologi yang teguh berakhlak mulia serta siap menaklukkan tantangan global masa depan.
Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
mtsnjatimulyo.kp@gmail.com
08112653915
mtsnjatimulyo.kp@gmail.com